Cahaya, Air, dan Kesaklaran Bali

“Jalan menuju lokasi indah tidak pernah muda,” tutur seorang wisatawan yang sedang menuju air terjun Tukad Cepung saat kami pas-pasan di jalan sempit.

Dia terengah-engah dan mengambil nafas dengan cara kasar. Tidak terdengar nada keluhan ketika dia mengucapkan kesan kepada dua temannya yang berjalan di belakang.

IMG-0648

Mungkin dia yakin betul, resensi orang-orang di internet akan membayar tuntas rasa lelahnya berjalan di tengah cuaca lembab. Hari itu tanah sedikit licin, karena rintik hujan mulai turun.

Air terjun Tukad Cepung terletak di kawasan Kabupaten Bangli, Bali. Akses jalan raya yang mulus memudahkan mereka yang ingin mencoba suasana berbeda di Pulau Dewata jadi jauh lebih mudah.

Air terjun menjadi sebuah hal berbeda bagi wisatawan yang berlibur di Bali. Karena seperti kita ketahui, persepsinya adalah pantai dan lautan. Ke Pulau Dewata, kita akan berjemur di atas pasir putih.

Setelah berjalan sekira 20 menit dari pintu masuk lokasi wisata Tukad Cepung, Anda akan menemui aliran sungai kecil. Papan petunjuk mengarahkan kita untuk berbelok ke kanan.

Goa dengan tumpukan batu-batu besar kurang dari 200 meter harus dilalui, hingga akhirnya keindahan itu ada di depan mata. Sinar matahari tepat jatuh di atas air terjun. Kilaunya memberi dimensi lain.

Jernihnya air menggoda mereka yang datang untuk segera merendamkan tubuh di sana. Tak sedikit wisatawan yang sengaja memakai bikini/baju renang ke sana. Mereka tahu, kelelahan menuju air terjun harus dibayar tuntas.

Berjalan menuruni anak tangga dan uang Rp10 ribu rupiah yang mesti dibayarkan pengunjung tidak akan menjadi beban begitu melihat keindahan air terjun Tukad Cepung. Belum lagi nuansa mistis yang dimunculkan warga sekitar.

“Jangan berbicara kotor,” dan “Perempuan yang sedang datang bulan dilarang masuk.” Begitu tulisan yang terpampang di papan pengumuman tidak jauh dari l

okasi ibadah warga.

Bunga, dupa, dan kain dengan corak hitam putih seolah memberi penegasan. Dan justru itulah yang menjadi keistimewaan lokasi wisata air terjun di Bali.

Derasnya Kanto Lampo

Berjarak 30 menit dari Tukad Cepung, ada lagi lokasi air terjun yang tidak kalah indah. Namanya Kanto Lompo. Lebar air terjun di sana lebih dari yang sebelumnya kami sambangi.

IMG-0535

Jalan ke air terjun Kanto Lompo dari mulai pintu gerbang kami membayar masuk tidak jauh, namun menurun tajam. Kita wajib waspada terjatuh ketika menuruni jalan bebatuan licin.

Untuk mencapainya, kita juga harus turun ke aliran sungai kecil. Jangan ragu basah, karena dalamnya hanya selutut. Baju dan celana yang basah dan dinginnya air tidak akan terasa begitu melihat keindahannya.

Buih-buih yang nampak meluncur bersama air amat indah warna putihnya. Beradu dengan bebatuan yang permukaannya tidak merata. Duduklah di antara bebatuan, dan rasakan air deras jatuh ke kepala dan tubuh kita.

Keindahan air terjun di Bali niscaya membuat Anda lupa akan persepsi wisata pantai. Udara sejuk semakin nyaman dengan keramahan warga sekitar.

“Air terjun ini baru dibuka (untuk wisata) tiga tahun terakhir. Anak-anak di sini baru sadar kalau bisa dijadikan tempat wisata,” cerita seorang warga pria.

Dahulu, air terjun Kanto Lompo hanya menjadi lokasi anak-anak sekitar bermain air. Mereka datang ke sana sembari berdoa di lokasi tidak jauh dari lokasi air terjun.

Banyak ikan mas besar di sebuah kolam kecil dekat tempat berdoa. Mereka percaya, lokasi tersebut sebagai sumber kehidupan desa, untuk itu mereka selalu menjaga wisatawan yang datang agar tetap bisa menjaga sikap di sana.

Iklan

Tentang Riki Ilham Rafles

Bek sayap kanan yang suka membantu serangan dalam diam.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s