Arsip Bulanan: April 2017

Kopi yang Itu

Es sudah mencair. Mengaburkan rasa pahit. Tetapi, kau tak berhenti menyesapnya. Seolah lidah tak lagi peduli akan rasa. Kutulis sebuah surat kepada Sukab –manusia sialan yang merasa hidupnya paling menyedihkan di dunia ini karena penolakan Alina– yang sedang tersenyum kecut … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Manusia Sialan

Ia tak lagi sanggup menahan amarah. Hanya satu kata yang terus diucapkannya. Setan! Setan! Lalu melengking panjang, Setaaaaaaaan! Amarahmu kelak menjadi bumerang. Bukan karena sumpah, namun tekad untuk jadi pemenang. Tunggu saja sayang. Akan tiba kamu merasa jadi makhluk paling … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Melankoli Tanpa Boti

Tuhan turunkan ganja agar kau bisa tidur nyenyak. Maka ucapkanlah terima kasih. Hari-hari lalu kau terlihat gelisah terbakar api cemburu. Kini kau bisa terlelap seperti masa-masa sebelumnya. Tetapi kau lupa sedang berada di dunia berbeda. Lepaskanlah.  Sebab hanya waktu yang … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

‚ÄčKarena Itu Adalah Peler

Rimbun pepohonan di trotoar Sriwedari melindunginya dari terik matahari. Langkahnya bergegas menuju kedai kopi yang mengganggu sejak semalam. Sama seperti kemarin, suara barista perempuan terdengar ramah menyapa mereka yang datang. Dengan terampil dia menyajikan kopi Bone-bone Sulawesi. Apakah kamu tidak … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Jangan Kau Rusak Pesta Itu

Di sudut jalan terpampang tulisan “Bahagia itu sederhana.” Kau jangan bersedih, karena ini baru pekan pertama bulan lima. Gelisah sah-sah saja. Tapi bukan berarti kau boleh bertindak sesuka hati. Lain dulu, lain sekarang.  Kau bukan lagi si pemilik, yang boleh … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Gadis Peragu

Gadis itu menatap nanar tanda tak percaya. Bagaimana mungkin sahabat yang baru setahun dikenal bisa meminta dia untuk membuka hati dan memberi kesempatan mendekatinya. Sahabat laki-laki yang tak pernah sungkan mengutarakan kebejatannya gonta-ganti perempuan. “Beri aku kesempatan. Sejak pertama melihat … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar